Proto-Evangelium sebagai Awal Missio Dei: Eksegesis Kejadian 3:15 dalam Perspektif Teologi Misi

Authors

  • Wilma Sance Pattiasina Sekolah Tinggi Teologi REAL Batam Author

Keywords:

eksegesis, Kejadian 3:15, Missio Dei, proto-evangelium, teologi misi

Abstract

Kejadian 3:15 secara umum dipahami sebagai proto-evangelium, yaitu pemberitaan Injil pertama yang menubuatkan kemenangan Mesias atas kuasa dosa. Namun, sebagian besar kajian masih menempatkan ayat ini dalam perspektif kristologis dan soteriologis, sementara dimensi misionernya belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna proto-evangelium dalam Kejadian 3:15 melalui pendekatan eksegesis historis-gramatikal serta menjelaskan relevansinya sebagai awal Missio Dei. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Data primer berupa teks Kejadian 3:15 dalam Biblia Hebraica Stuttgartensia dianalisis melalui kajian historis, leksikal, gramatikal, dan teologi biblika, kemudian didialogkan dengan literatur teologi misi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah ʾēbâ (permusuhan), zeraʿ (keturunan), dan šûp̄ (meremukkan) menegaskan inisiatif Allah sebagai subjek utama dalam sejarah penebusan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa proto-evangelium tidak hanya merupakan janji mesianik, tetapi juga deklarasi awal Missio Dei, yaitu tindakan Allah yang secara aktif memulai karya pemulihan manusia dan seluruh ciptaan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi Perjanjian Lama dan teologi misi dengan menunjukkan bahwa fondasi Missio Dei telah dinyatakan sejak Kejadian 3:15, sehingga misi gereja dipahami sebagai partisipasi dalam karya Allah yang telah dimulai sejak peristiwa kejatuhan manusia.

Published

2026-07-27