Workshop Prokantor, Kantoria, dan Organis di Jemaat GMIT Exodus Oefafi Klasis Kupang Timur

Authors

  • Victor Arnold IAKN Kupang Author
  • Orista Mone IAKN Kupang Author
  • Yuharni Timo IAKN Kupang Author
  • Selvi Liow IAKN Kupang Author
  • Niken Nomeni IAKN Kupang Author
  • Gerlis Ludji Leo IAKN Kupang Author
  • Elisyena Taopan IAKN Kupang Author
  • Atni Misa IAKN Kupang Author

DOI:

https://doi.org/10.62282/devotion.v1i1.45-54

Keywords:

workshop prokantor, kantoria dan organis, jemaat GMIT exodus oefafi

Abstract

Jemaat GMIT Exodus Oefafi Klasis Kupang Timur adalah salah satu jemaat yang menjadi sasaran  tim Pengabdian masyarakat dan juga salah satu Jemaat yang mau untuk belajar dan terus belajar dalam membenahi diri sebagai gereja yang bernyanyi dan memuliakan nama Tuhan. Penataan dalam pelayanan setiap ibadah memiliki  tuntutan khusus yang harus dipenuhi yaitu penyajian pelayanan Musik Gereja yang baik. Para Pelayan perlu dipersiapkan sebelum tampil untuk memandu Jemaat dalam berbakti kepada Tuhan.  Musik memiliki peran yang sangat penting dalam gereja. Selain itu, mereka juga harus diberikan pemahaman tentang cara memimpin Jemaat dalam bernyanyi. Metode yang digunakan yaitu melalui pendampingan dan pelatihan dari ahli dalam bidang musik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam bermain alat musik dan juga kemampuan dalam membaca not dan memimpin paduan suara. Setelah dilakukannya pelatihan ini maka hasil dari kegiatan ini adalah adanya perubahan keterampilan dalam memainkan alat musik dan juga ketrampilan dalam memimpin jemaat bernyanyi dan memimpin paduan suara.

References

Bonoe, P. (2003). Pengantar Pengetahuan Harmoni. Yogyakarta: Kanisius.

Christ, ef.all, 1980. Material and structure of Music. prentice-Hall,Inc., Englewood

Gery, Gregorius, Mering, Aloysius.,dan Silaban, Christianly Yery. (Oktober 2018). Evaluasi Program Pelatihan Musik di Pontianak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran: Universitas Tanjungpura.

Listya, A. R. (1999). Kontekstualisasi Musik Gereja. Fakultas Teologi UKSW.

Mawene, M. T. (2004). Gereja yang Bernyanyi. Penerbit ANDI.

Miller, H. M. (2017). Apresiasi Musik. Yokyakarta: thafa Media Yogyakarta.

Prier, Karl-Edmund sj. 1990. Menjadi Dirigen I, II dan lll.yogyakarta: pusat Musik Liturgi.

Rachmawati, Yeni. 2005. Musik Sebagai pembentuk Budi pekerti. Yogyakarta.

Sitompul, Binsar. 1986. Paduan suara dan pemimpinnya. Jakarta:-lipK Gunung Mulia.

Soewito M, DS. 2002. Teknik praktis Menjadi Dirigen. Bogor: Titik Terang.

Sinaulan, V., Kaunang, m., Dumais, F., Seni, P., Tari, D., Musik, D.,Bahasa, f., & Seni, D. (2021). Musik Gereja Dalam Peribadatan Gereja Pantekosta Bukit Sion Bintara Jaya. SoCul: International Jurnal Of Research In Social Cultural Issues, 1 (3), 203-213.

Timo, E. I. N. (2011) Umat Allah di Tapal Batas. Percakapan Tentang Gereja. Alfa Design.

Tim BPMS GKI. 2012. Musik Dalam Ibadah. Jakarta: Grafika KreeasIndo

Widhyatama, S. (2012). Sejarah Musik Dan Apresiasi Seni. Balai Pustaka.

Yunus, G. (2021). Dasar-dasar Teori Musik Umum. Padang Panjang: Akademi Seni Karawitan Indonesia.

Published

2023-12-20

Issue

Section

Articles