Fenomena Hibriditas Agama Suku dan Kekristenan dalam Ritual Reges Lewo di Minahasa
DOI:
https://doi.org/10.62282/pj.v3i1.51-67Keywords:
Agama Suku, Hibriditas, Kekristenan, MinahasaAbstract
Fenomena hibriditas agama dalam budaya Minahasa mencerminkan perjumpaan antara tradisi leluhur dan kekristenan yang tidak saling meniadakan, melainkan membentuk ekspresi iman baru yang kontekstual. Penelitian ini mengkaji praktik reges lewo, yaitu ritus pengusiran roh jahat yang masih dijalankan oleh sebagian masyarakat Minahasa di situs budaya Watu Pinawetengan di desa Pinabetengan, Sulawesi Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana simbol-simbol kekristenan seperti salib, Alkitab, dan doa-doa Kristen diintegrasikan ke dalam praktik ritual tradisional, serta bagaimana hal itu membentuk konstruksi teologi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui 3 teknik pengumpulan data, yakni observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas secara sadar menyerap unsur kekristenan tanpa menghapus kepercayaan leluhur Minahasa, sehingga tercipta spiritualitas yang khas. Kesimpulannya, reges lewo merupakan bentuk nyata dari hibriditas agama yang menumbuhkan iman Kristen yang kontekstual, dinamis, dan berakar pada nilai-nilai budaya Minahasa.
References
Asad, T. (1993). Genealogies of Religion: Discipline and Reasons of Power in Christianity and Islam. JHU Press.
Bergmann, S., & Vähäkangas, M. (2020). Contextual Theology: Skills and Practices of Liberating Faith. Taylor & Francis Group.
Bevans, S. B. (with Internet Archive). (2002). Models of contextual theology. Orbis Books. http://archive.org/details/modelsofcontextu0000beva
Bhabha, H. K. (1994). The Location of Culture. Routledge.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2025, Juli 20). Qualitative Inquiry and Research Design. SAGE Publications Ltd. https://uk.sagepub.com/en-gb/eur/qualitative-inquiry-and-research-design/book266033
Geertz, C. (2017). The Interpretation of Cultures. Hachette UK.
Hermawan, S., & Hariyanto, W. (2022). Buku Ajar Metode Penelitian Bisnis (Kuantitatif Dan Kualitatif ). Umsida Press, 1–207. https://doi.org/10.21070/2022/978-623-464-047-2
Maggay, M. P. (2021). Gospel and Culture Issues in the Philippine Context: Some Process and Methodological Concerns.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (Third edition). SAGE Publications, Inc.
Phan, P. C. (with Internet Archive). (2017). The Joy of Religious Pluralism: A Personal Journey. Orbis Books. http://archive.org/details/joyofreligiouspl0000phan
Schreiter, R. J. (2015). Constructing Local Theologies: 30th Anniversary Edition. Orbis Books.
Sugirtharajah, R. S. (2018). Jesus in Asia. Harvard University Press.
Tennent, T. C. (2009). Theology in the Context of World Christianity: How the Global Church Is Influencing the Way We Think about and Discuss Theology. Zondervan Academic.
Wenas, J. (2007). Sejarah dan kebudayaan Minahasa. Institut Seni Budaya Sulawesi Utara.
Wishnu W, C. (2022). Pelangi Di Bumi Minahasa. GUEPEDIA. https://www.quotesfantacy.com:443/docs/pelangi-di-bumi-minahasa/
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



