Efektivitas Cognitive Behavior Therapy dengan Teknik Self-Instruction Terhadap Penurunan Stres pada Pekerja Seks Komersial (Studi Eksperimen Pra-Pasca)

Authors

  • Christiani Natasya Miru Universitas Nusa Cendana Author

DOI:

https://doi.org/10.62282/juilmu.v3i1.95-104

Keywords:

cognitive behavior therapy, pekerja seks, self-instruction, stres

Abstract

Stigma dan tantangan bekerja sebagai seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) memunculkan distres psikologis atau stres pada PSK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian cognitive behavior therapy dengan teknik self-instruction terhadap penurunan stres pada pekerja seks komersial. Partisipan dalam penelitian ini adalah lima orang perempuan berumur 23 tahun hingga 37 tahun yang aktif bekerja sebagai PSK dan mengalami stres dalam tingkat sedang dan berat. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, serta secara kuantitatif dengan menggunakan perceived stress scale (PSS-10). Teknik analisis dilakukan secara kualitatif berdasarkan hasil proses terapi, sedangkan data kuantitatif dengan uji analisis wilcoxon signed rank test. Hasil analisis data menunjukkan nilai z sama dengan - 2.060 dengan signifikansi 0.039 (p kurang dari 0.05) yang artinya terdapat perbedaan antara tingkat stres sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Hasil kualitatif di mana partisipan mampu mengenali emosi positif, mengubah pikiran negatif menjadi positif serta menemukan coping stres yang adaptif. Dengan demikian, menunjukkan bahwa intervensi CBT dengan teknik self-instruction efektif terhadap penurunan stres pada pekerja seks komersial.

References

Brunswig, F., Desbuleux-Rettel, J., Kratzer, L., Holmström, C., Lotzin, A., Schweizer, K., ... & Schröder, J. (2025). Sex Work Stigma and Psychological Distress—A Mixed-Methods Analysis of an International Sample of Sex Workers. Sexuality Research and Social Policy, 1-9.

Cohen, S., Kamarck, T., & Mermelstein, R. (1983). A Global Measure of Perceived Stress. Journal of Health and Social Behavior, 24(4), 385. doi:10.2307/2136404

Deepa, K. (2018). Effectiveness of self-instructional module on parental stres of cancer children. International Journal of Oncological Nursing, 4(2), 14-16.

Koentjoro (1999). Melacur sebagai kewajiban kerja: Sebuah ketidakadilan gender sistematik. Jurnal Perempuan, 11, 53-59

Lazarus R. S. & Folkman, S., (1984), Stress, appraisal and Coping. New York: Spinger Publishing Company.

Martín-Romo, L., Sanmartín, F. J., & Velasco, J. (2023). Invisible and stigmatized: A systematic review of mental health and risk factors among sex workers. Acta Psychiatrica Scandinavica, 148(3), 255–264.

Mayliyan, A. K., & Budiarto, E. (2022). Pengaruh afirmasi positif terhadap depresi, ansietas, dan stres warga binaan di rutan pada kasus penyalahgunaan NAPZA. Jurnal Keperawatan Jiwa, 10(4), 683-690.

Meichenbaum, D. & Biemiller, A. 2008. Nurturing Independent Learners. United States: Cambridge Mass.

Puspita, N. V. I. (2022). Faktor Yang Mempengaruhi Mahasiswa Sebagai Pekerja Seks Komersial Di Kota Semarang. Zahra: Journal of Health and Medical Research, 1(4), 179-184.

Puspitarini, I. Y. D. (2017). Teknik self instruction (solusi bagi remaja untuk mereduksi distress). Prosiding Seminar Nasional Peran Bimbingan dan Konseling dalam Penguatan Pendidikan Karakter, 101-108.

Rakhmah, N., & Putra, B. P. (2024). Faktor Sosial yang Mempengaruhi Seorang Menjadi Pekerja Seks Komersial di Makassar Sulawesi Selatan. UMI Medical Journal, 9(1), 48-66.

Susanti, R. H. (2020). Self-instruction sebagai teknik alternatif meningkatkan kepercayaan diri (overt-covert) siswa smp. Nusantara of Research: Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri, 7(1), 1-8.

Wiradi, D., & Purnamasari, A. (2021). Teknik Self Instruction untuk Menurunkan Stres pada Remaja di Wilayah Puskesmas Gondomanan. Psyche 165 Journal, 284-289.

Published

2026-01-27

Issue

Section

Articles

How to Cite

Efektivitas Cognitive Behavior Therapy dengan Teknik Self-Instruction Terhadap Penurunan Stres pada Pekerja Seks Komersial (Studi Eksperimen Pra-Pasca). (2026). Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(1), 95-104. https://doi.org/10.62282/juilmu.v3i1.95-104