Filosofi Boraspati dalam Menerapkan Kekristenan di Tengah Masyarakat Majemuk
DOI:
https://doi.org/10.62282/pj.v1i1.15-28Keywords:
boraspati, filosofi, masyarakat majemuk, pendidikan agama kristenAbstract
Filosofi merupakan pola berfikir manusia, prinsip hidup, ataupun cara berfikir manusia. Pada dasarnya orang Batak terkenal dengan kekayaan filosofi hidup seperti itu. Bahkan dalam beradaptasi dalam pergaulan, orang Batak selalu dilatarbelakangi oleh filososfi. Salah satu simbol dalam filosofi Batak yang melatarbelakangi hubungan bermasyarakat dilambangkan dengan gambar sepasang cicak yang di sebut Boraspati. Tujuan penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan tentang budaya bermasyarakat Batak Toba melalui filososfi Boraspati dalam menerapkan kehidupan kekristenan di tengah masyarakat majemuk. Artinya kehidupan orang Batak dapat beradaptasi kepada siapapun dan budaya apapun. Peneliti menggunakan metode peneliti deskriptip kualitatif dengan kajian studi pustaka yang didasarkan pada buku-buku, artikel jurnal dan media yang lain terpercaya. Hasil dalam artikel ini adalah menekankan bahwa pemahan tentang filosofi Boraspati sebagai sistem kekerabatan di suku batak merupakan kunci dalam menerapakan kehidupan Kekristenan di dalam kehidupan bermasyarakat majemuk, baik dalam berorganisasi, bermasyarakat dan berbudaya sosial dengan yang lainnya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



