Inkarnasi Yesus Kristus: Sebagai Langkah Interupsi Praktek Bully di Kalangan Siswa Abad 21

Authors

  • Evarisman Nehe STT Presbyterian Batam, STT Real Batam Author
  • Esron Sibuea STT Real Batam, STTII Batam Author
  • Etaprida Zai STT Real Batam Author
  • Candra Gunawan Marisi STT Real Batam Author

DOI:

https://doi.org/10.62282/pj.v1i1.29-50

Keywords:

inkarnasi, interupsi, bully

Abstract

Masalah utama dialami oleh para pelaku pedagogi abad 21 ini adalah memudarnya nilai – nilai karakter peserta didik diantaranya terkait perundungan siber atau cyberbullying. Praktek Bully menimbulkan rasa malu, sakit secara fisik, terhina, terancam, dan bila terus berulang berdampak pada psikologis korban. Oleh karenannya masalah yang dirumuskan adalah Apakah itu inkarnasi dalam bingkai kristologi? dan Bagaimanakah persoalan Bully yang terjadi di kalangan siswa abad 21 ini? Dan tujuan penelitian hendak mengkaji makna inkarnasi Yesus Kristus dalam bingkai kristologi dan bagaimana integrasinya dalam menginterupsi praktek bully dalam sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir biblikal dengan mengeksegese Injil Yohanes 1:1,14 diharapkan diperoleh penjelasan teologis tentang dasar kristologi yang kuat dan mampu memberi solusi praktis menginterupsi praktek bully di kalangan siswa abad 21. Hasil kajian penelitian ini mengusung suatu konsep baru bagi penanganan praktek bully di sekolah yang mengajak guru berkolaborasi dan siswa untuk menghidupi makna Inkarnasi Yesus Kristus yang memandang kelemahan dan kekurangan bahkan kehinaan manusia dengan tindakan kasih yang nyata, memulihkan, bukan justru membuly. Konsep inilah yang saya bahasakan sebagai inkarnasi menginterupsi bully.

References

Agustini, S. (2019). Building students character through culture school in. 219–228.

Alexis-Baker, A. (2015). The Word Became Flesh: An Exploratory Essay on Jesus’s Particularity and Nonhuman Animals,” ProQuest Dissertations. Marquette University.

Alkitab. (2003). Lembaga Alkitab Indonesia. LAI.

Amawidyati, S. A. G., & Muhammad, A. H. (2017). Program Psikoeduasi Bullying Untuk Meningkatkan Efikasi Diri Guru Dalam Menangani Bullying Di Sekolah Dasar. Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah, 9(3), 258–266.

Ambarsari, T. (2002). Kristologi “Doktrin Kristus” (1st ed.). Momentum.

Aminudin & Karyanti. (2019). Cyberbullying & Body Shaming (edisi pert). K-Media.

Barcaly, W. (1996). Pemahaman Alkitab setiap hari, Yohanes Ps 1-7 (S. W. Wahono (ed.)). BPK Gunung Mulia.

Berry, G. R. (2019). Greek-English Lexicon To The New Testamen. Baker Book House, Grand Rapids.

Bertens, K. (1999). Sejarah Filsafat Yunani. Kanisius.

Boland, G. C. van N. dan B. J. (2006). Dogmatika Masa Kini. BPK Gunung Mulia.

Browning, W. R. F. (2007). Kamus Alkitab. BPK Gunung Mulia.

Castro, D. (1999). B ’ (a ; a ) - : American Journal of Botany, 86(12), 1677–1682.

Emha, A. J. (2020). BUKU SAKTI BERDEBAT. Anak Hebat Indonesia.

Fatimatuzzaro, A. (2023). Efektivitas Terapi Empati Untuk menurunkan Perilaku Bullying. Buku Baik.

Fee, G. D. da. D. S. (2000). Hermeneutik Bagaimana Menafsirkan Firman Tuhan Dengan Tepat. Gandum Mas.

Guru, P., Dasar, S., Pendidikan, F. I., & Semarang, U. N. (2019). Mengatasi bullying melalui pendidikan karakter. 9(1), 52–57.

Hagelberg, D. (1999). Tafsiran Injil Yohanes Pasal 1-5. Andi Offset.

Hertini, M. F., & Ismawati, S. (2023). Techno Prevention Sebagai Kebijakan Non Penal Dalam Upaya Penanggulangan Kejahatan Cyberbullying. Jurnal Komunikasi Hukum, 9(1), 863–870.

Hertinjung, W. S. (2013). Bentuk-Bentuk Perilaku Bullying Di Sekolah Dasar. Seminar Nasional Psikologi UMS 2013 - Parenting, 53(9), 450–458. https://publikasiilmiah.ums.ac.id/handle/11617/3952

Kuddus, M. (2019). Dekadensi Moral Siswa Dan Penanggulangan Melalui Pendidikan Karakter. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, 30, 28–46.

Laia1, B., Sarumaha2, M., 3, M. C. Z., Nduru4, M., Telaumbanua5, T., Ndraha6, L. D. M., & 7, D. H. (2021). Pendekatan Konseling Behavioral Terhadap Perkembangan Moral Siswa. Jurnal Ilmiah Aquinas P-ISSN: 2615-7683 Http://Ejournal.Ust.Ac.Id/Index.Php/Aquinas/Index e-ISSN: 2714-6472, 4(1), 159. http://ejournal.ust.ac.id/index.php/Aquinas/index e-ISSN: 2714-6472

Louis Berkhof. (2016). Teologi Sistematika 3 Doktrin Kristus (14th ed.). Momentum.

Maiaweng, P. C. D. (2015). Inkarnasi:Realitas Kemanusiaan Yesus. Jurnal Jaffray, 13(1), 97–120. https://doi.org/10.25278/jj.v13i1.114.97-120

Makna kata “egeneto” dalam Yohanes 1:14. (n.d.). Hermeneutika ALkitab.

Marantika, C. (2008). Kristologi. Iman Press.

Marshall, I. H. (2003). “Yesus Kristus, Gelar” dalam Ensiklopedia Alkitab Masa Kini (M. H. Simanungkalit (Ed.); Jilid II). Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF.

Maryono, P. (1994). Gramatika Dan Sintaksis Bahasa Yunani Perjanjian baru. Sekolah Tinggi Theologia Injili Indonesia.

Matalu, M. Y. (2017). Dogmatika Kristen dari Perspektif Reformed (3rd ed.). GKKR (Gerakan Kebangunan Kristen Reformed).

Matalu, M. Y. (2018). Apologetika Kristen (1st ed.). GKKR (Gerakan Kebangunan Kristen Reformed).

Media, T. (2016). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Mitra Pressindo.

Muis, T., Syafiq, M., & Savira, I. (2008). Interaksi Belajar Mengajar Dari Perspektif Siswa Di Smpn Kota Surabaya : Sebuah Survey. 2008(April), 63–74.

Nasir, A. (2018). Konseling Behavioral: Solusi Alternatif Mengatasi Bullying Anak Di Sekolah. Konseling Edukasi “Journal of Guidance and Counseling,” 2(1). https://doi.org/10.21043/konseling.v2i2.4466

Nehe, E., & Tafonao, T. (2023). Pietas : Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Pertanyaan Pemantik : Sebuah Model Pengajaran Yesus. 1(1), 1–14.

Newman, B. M. (2002). Kamus Yunani-Indonesia (John Miller dan Gery van Klinken (Ed.)). BPK Gunung Mulia.

Pink, A. W. (1990). Tafsiran Injil Yohanes. Yakin.

Prasetyo, A. B. E. (2014). Bullying di Sekolah dan Dampaknya bagi Masa Depan Anak. El-Tarbawi, 4(1), 19–26. https://doi.org/10.20885/tarbawi.vol4.iss1.art2

Prihatmojo, A., Mulia Agustin, I., Ernawati, D., & Indriyani, D. (2019). Implementasi Pendidikan Karakter Di Abad 21. Prosiding Semnasfip, 180–186. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/SEMNASFIP/index

Purnaningtias, F., Aika, N., Al farisi, M. S., Sucipto, A., & Putri, Z. M. B. (2020). Analisis Peran Pendidikan Moral Untuk Mengurangi Aksi Bully Di Sekolah Dasar. Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar, 4(1), 42–49. https://doi.org/10.36379/autentik.v4i1.51

Putri, V. K. M. (2022). Konjungsi Subordinatif: Pengertian dan Contoh Kalimatnya Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Konjungsi Subordinatif: Pengertian dan Contoh Kalimatnya”, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2022/06/07/083000569/konjungsi-subo. Kompas.Com.

Rahayu, B. A., & Permana, I. (2019). Bullying di Sekolah : Kurangnya Empati Pelaku Bullying dan Pencegahan. Jurnal Keperawatan Jiwa, 7(3), 237. https://doi.org/10.26714/jkj.7.3.2019.237-246

Rahayu Yalizer. (2021). Etika Komunikasi Di Media Sosial. Geupedia The First On-Publisher in Indonesia.

Ray Summer, D. D. K. (2019). Yang Pokok Dalam Bahsa Yunani Perjanjian Baru.

Rifai. (2023). Analisis Kritis Mengenai Ajaran Rhema Dan Logos Dalam Perspektif Kaum Pentakosta. Media.Neliti.Com.

ROCK International Ministries. (2022). ROCK International Ministries.

Rosdianwati, A. I. & S. (2020). Penguatan Peran Guru Penggerak di Era Merdeka Belajar (cetakan pe). Samudra Biru.

Sagala, M. (2012). Firman menjadi daging (3rd ed.). PERKANTAS.

Samsudi, M. A., & Muhid, A. (2020). Efek Bullying Terhadap Proses Belajar Siswa. SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme, 2(02), 122–133. https://doi.org/10.37680/scaffolding.v2i02.466

Sanda, H. Y. (2020). Penderitaan, Dosa, dan Pekerjaan-Pekerjaan Allah: Eksegesis Injil Yohanes 9:2-4. KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen, 1(1), 35–54. https://doi.org/10.34307/kamasean.v1i1.1

Stevanus, K. (2021). Relevansi supremasi kristus bagi pemberitaan injil di indonesia: eksegesis injil yohanes 14:6. Kamasean: Jurnal Teologi Kristen, 2(1), 32–46. http://kamasean.iakn-toraja.ac.id

Sudarmi Su’ud. (2011). Remaja Dan Perilaku Menyimpang (Studi Kasus pada Masyarakat Boepinang, Bombana) 1 Oleh: 6XGDUPL 6X¶XG 2. 1, 34–43.

Suhendar, R. D. (2019). Faktor-faktor penyebab perilaku bullying siswa di smk triguna utama ciputat tangerang selatan. 8(2), 177–184. https://doi.org/10.15408/empati.v8i2.14684

Sutanto, H. (2006). Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia Dan Konkordansi Perjanjian Baru (Jilid 1). LAI.

Tong, S. (2013). Siapakah Kristus? (11th ed.). Momentum.

Triyanto, T. (2020). Opportunities and challenges for character education in the digital era. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 17(2), 175–184. https://journal.uny.ac.id/index.php/civics/article/view/35476

Untoro, T. (2019). Trinitas dalam Konsep Sang Logos Bersama Sang Theos Menurut Yohanes 1:1. Magnum Opus, 1(1), 22–29.

Version, B. 6th. (2011). Bible Works Greek LXX/BNT.

Victorynie, I. (2017). Mengatasi Bullying Siswa Sekolah Dasar Dengan Menerapkan Manajemen Kelas Yang Efektif. Pedagogik, V(1), 28–41.

Wibowo Antonius P.S. (2019). Penerapan Hukum Pidana Dalam Penanganan Bullying di Sekolah. Unika Atma Jaya Jakarta.

Zakiyah, e. Z., Humaedi, s., & Santoso, M. B. (2017). Faktor Yang Mempengaruhi Remaja Dalam Melakukan Bullying. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 324–330. https://doi.org/10.24198/jppm.v4i2.14352

Published

2023-12-13

Issue

Section

Articles