Analisis Kritis Pandangan Nomianisme dan Asketisme Serta Integrasinya dalam Pendidikan Agama Kristen
DOI:
https://doi.org/10.62282/juilmu.v1i1.46-59Keywords:
Asketisme, Integrasi, Nomianisme, Pendidikan Agama KristenAbstract
Perkembangan teologi mulai dari abad pertama sampai detik ini telah menghasilkan banyak sekali ajaran-ajaran atau paham-paham teolog yang baru dalam kekristenan. Dan tidak jarang ajaran-ajaran tersebut merupakan ajaran-ajaran yang sesat atau bisa juga disebut bidat-bidat. Hal ini bisa saja terjadi karena salah menafsir atau mencoba menggabungkan Alkitab dengan kebiasaan saat itu. Salah satu dari ajaran sesat atau bidat yang muncul dalam abad pertama adalah nomianisme dan asketisme. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian yang benar mengenai nomianisme dan asketisme serta integrasinya dalam dunia pendidikan agama Kristen sehingga kelak diharapkan generasi ke depan bahkan orang-orang Kristen di zaman akhir ini tidak terikut dengan paham-paham yang salah ini. Dan memiliki pegangan yang kuat dalam kehidupannya sebagai orang Kristen. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Dan setelah dilakukan pengumpulan data, kemudian di analisa dan diberikan argumentasi, dimana argumentasi tersebut akan ditarik suatu kesimpulan dalam penelitian ini. Nomianisme merupakan sebuah ajaran yang berpatokan dengan hukum. Dalam hal ini hukum Taurat. Sedangkan asketisme adalah sebuah ajaran yang dimana mengajarkan menyangkal diri supaya bisa mencapai kepada kesempurnaan dan sang Ilahi. Hasil yang terlihat pada ajaran-ajaran ini jika diintegrasikan ke dalam pendidikan agama Kristen atau PAK sebagai salah satu pengajaran untuk semakin menunjukkan hidup seseorang yang ada di dalam Kristus, yang menyangkal diri memikul salib, mentaati perintah-perintah Tuhan, maka ajaran-ajaran ini dapat dipakai. Namun tidak dapat digunakan sebagai ajaran untuk memperoleh keselamatan.
References
Alwi, H. (2007). Kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 457.
B.Ziraluo, T. D. (2023). Erorisme Kolose Dan Reaksi Sang Rasul. Gracias Logis Kreatif.
Bagir, A. (2010). Zainal, Integrasi Ilmu Dan Agama. Bandung: Mizan Pustaka.
BIBLE WORKS 7. (n.d.).
Hamali, S. (2015). ASKETISME DALAM ISLAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI AGAMA. Al-AdYaN, Vol.X, No., 202–215.
Herawati, K. (2016). Pentingnya Pendidikan Agama Kristen (PAK) Bagi Etiket Pergaulan Anak.
Muspiroh, N. (2013). Integrasi nilai Islam dalam pembelajaran IPA (perspektif pendidikan Islam). Jurnal Pendidikan Islam, 28(3), 484–498.
Nerta, I. W. (2017). ASKETISME DALAM AJARAN YOGA. JURNAL PENJAMINAN MUTU, 91–96.
Purwantara, I. R. (2018). Sepuluh Ajaran yang Keliru Tentang Kasih. Penerbit ANDI.
Samarenna, D. (2019). Konsep Soteriologi Menurut Efesus 2:1-10. FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, 2(2), 247–264. https://doi.org/10.34081/fidei.v2i2.54
Sarjono, H. H. Y. (2022). Asketisme Dalam Perspektif Kristen, Sebuah Penganta. JURNAL PENTAKOSTA INDONESIA, Vol. 2, No, 49–63.
Simamora, K. S. D. (2019). Pendidikan Agama Kristen dan Signifikansinya dalam Pembentukan Karakter. PROVIDENSI: Jurnal Pendidikan Dan Teolog, Volume 2, 36–53.
Siregar, V. D., & Boiliu, F. M. (2023). Pendidikan Agama Kristen Humanis Sebagai Pendekatan dalam Membina Sikap Toleransi Beragama. Jurnal Pendidikan Agama Kristen REGULA FIDEI, 8(1), 10–17.
Situmorang, S. (2019). Asketisme Dalam Tradisi Monastik Kristen. Logos, Jurnal Filsafat-Teologi, 15(2), 78–94. https://doi.org/10.54367/logos.v15i2.322
Trianto, S. P., & Pd, M. (2007). Model pembelajaran terpadu dalam teori dan praktek. Jakarta, Prestasi Pustaka.
Winowa’a, N., & Marbun, R. (2023). Korelasi Iman Dan Perbuatan Menurut Yakobus 2: 26 Dan Implikasinya Bagi Orang Kristen. Jurnal Teologi Injili Dan Pendidikan Agama, 1(3), 44–53.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 JUILMU: Jurnal Ilmiah Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



