Oikumene di Era Digital: Membangun Kesatuan Gereja Melalui Media Sosial
DOI:
https://doi.org/10.62282/pj.v3i2.99-112Keywords:
media sosial, oikumene, teologi digital, transformasi digital, kesatuan gerejaAbstract
Perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial, telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan beragama, termasuk dalam upaya membangun kesatuan gereja (oikumene). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam membangun kesatuan gereja di era digital, mengidentifikasi tantangan yang muncul, serta merumuskan strategi oikumene yang kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, dengan menganalisis berbagai literatur teologi dan komunikasi digital yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai ruang dialog, sarana kolaborasi pelayanan, dan media kesaksian iman lintas denominasi. Namun demikian, terdapat berbagai tantangan seperti polarisasi teologis, eksklusivisme digital, serta penyebaran misinformasi yang dapat menghambat terwujudnya kesatuan gereja. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang mencakup penguatan prinsip teologis kesatuan dalam kasih, peningkatan literasi digital teologis, serta penerapan etika komunikasi Kristen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial dapat menjadi sarana efektif dalam membangun oikumene apabila digunakan secara bijaksana dan berlandaskan nilai-nilai iman Kristen.
References
Ade Kristiwati, & Simatauw, M. (2025). Peranan Gembala dalam Pelayanan Konseling terhadap Anak Remaja di GPIBI Imanuel Dusun Beringin Desa Cempaka Putih Kecamatan Suti Semarang. ICHTUS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 4(2), 119–128. https://doi.org/10.63830/b0jy4b30
Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode penelitian kualitatif studi pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 974–980.
Arifianto. (2021). Sosiologi Pluralisme Dalam Pendidikan Agama Kristen Upaya Membangun Kesatuan Bangsa. Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(2), 95–110.
Boiliu, E. R. (2021). Pembelajaran PAK di Era Digital: Sikap Inklusivisme Di Tengah Kemajemukan. Jurnal Luxnos, 7(1), 77–89. https://doi.org/10.47304/jl.v7i1.66
Dalensang, R., & Molle, M. (2021). Peran Gereja dalam Pengembangan Pendidikan Kristen bagi Anak Muda pada Era Teknologi Digital. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen Dan Musik Gereja, 5(2), 255–271. https://doi.org/10.37368/ja.v5i2.189
Dhandi, G., Tanasyah, Y., & Sutrisno. (2023). Tantangan Pendidikan Kristen di Tengah Kehadiran Gereja dan Solusinya Bagi Sekolah Menengah Atas. Skenoo : Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 3(1), 68–82. https://doi.org/10.55649/skenoo.v3i1.51
Geraldi, A., Marbun, P., & Gunawan, D. A. P. (2022). Implementasi Makna Teologis Persekutuan dalam Praktik Ibadah Virtual Masa Kini: Refleksi Teologis Ibrani 10:19-25. KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta, 5(1), 13–28. https://doi.org/10.47167/kharis.v5i1.115
Ghufron, M. . (2018). Revolusi Industri 4.0: Tantangan, Peluang, Dan Solusi Bagi Dunia Pendidikan. Seminar Nasional Dan Diskusi Panel Multidisiplin Hasil Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2018, 1(1), 332–337.
Hale, M. (2022). Moderasi Beragama dalam Pendidikan Kristiani bagi Generasi Alpha. Jurnal Teruna Bhakti, 5(1), 1–13.
Hutahayan, B. (2019). Peran Kepemimpinan Spiritual dan Media Sosial Pada Rohani Pemuda di Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Cililitan. Deepublish Publisher.
Jun, G. (2020). Virtual Reality Church as a New Mission Frontier in the Metaverse: Exploring Theological Controversies and Missional Potential of Virtual Reality Church. Transformation: An International Journal of Holistic Mission Studies, 37(4), 297–305. https://doi.org/10.1177/0265378820963155
Komalasari, R. (2020). Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi di Masa Pandemi Covid 19. Tematik, 7(1), 38–50. https://doi.org/10.38204/tematik.v7i1.369
Kristiani, D., & Baskoro, P. K. (2022). Makna Teologis Konsep “Oikumene” Menurut Yohanes 17:1-26 dan Aplikasinya Bagi Gereja Masa Kini. ILLUMINATE: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 4(2), 90–101. https://doi.org/10.54024/illuminate.v4i2.120
Luis, F., & Moncayo, G. (2014). Parachurch Dan Oikumene Di Indonesia : Sebuah Studi Terhadap Lembaga Pelayanan Perkantas Dan Gkmi Serta Perannya Dalam Gerakan Oikumene Di Indonesia.
Messakh, J. J., Boiliu, E. R., Rantung, D. A., & Naibaho, L. (2023). Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Membangun Moderasi Beragama di Era 5.0. EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 5(5), 2160–2172. https://doi.org/10.31004/edukatif.v5i5.5678
Saerang, J. A. (n.d.). Oikumene Dan Pemahannya Menurut Alkitab. Jurnal Pelita Zaman, volume 1 N.
Sari, M. dan A. (2020). Penelitian Kepustakaan (Library Research) dalam Penelitian Pendidikan IPA. NATURAL SCIENCE: Jurnal Penelitian Bidang IPA Dan Pendidikan IPA, 6(1), 41–53.
Setiawan, H. (2021). Implikasi atas Ketidaksesuaian Gambaran Manusia yang Menjadi Landasan Pemikiran Kapitalisme dan Ajaran Kristen. IMMANUEL: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2(2), 143–164. https://doi.org/10.46305/im.v2i2.79
Setiawan, T., Joswanto, A., Lie Lie, T., & Simon, S. (2022). Kajian Alkitab Terhadap Fenomena Ibadah Metaverse. JURNAL LUXNOS, 8(2), 145–161. https://doi.org/10.47304/jl.v8i2.223
Simon, S. (2022). Perintisan Gereja dalam Konteks Digitalisasi Masa Kini. Jurnal Salvation, 3(1), 59–69. https://doi.org/10.56175/salvation.v3i1.51
Tafonao, T., & Yuliyanto, P. (2020). Peran Pendidikan Agama Kristen Dalam Memerangi Berita Hoaks di Media Sosial. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 2(1), 1–12. https://doi.org/10.37364/jireh.v2i1.30
Yuliani, S. (2022). Adaptif di Era Disruptif: Strategi Sekolah Tinggi Teologi Menghadapi Tantangan di Era Disrupsi. JURNAL LUXNOS, 8(2), 205–218. https://doi.org/10.47304/jl.v8i2.267
Zega, Y. K., & Tafonao, T. (2025). Metaverse dan Gereja di Era Digital: Revolusi, Tantangan, dan Implikasi bagi Pendidikan Agama Kristen. Shanan, 9(1), 1–24. https://doi.org/ttps://doi.org/10.33541/shanan.v9i1.6643
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




