Keragaman Walang Sangit (Hemiptera: Alydidae) di Desa Kiniar, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa Berdasarkan DNA Barcoding

Authors

  • Mira Astriani Universitas Sam Ratulangi, Manado Author
  • Beivy Jonathan Kolondam Universitas Sam Ratulangi, Manado Author
  • Marhaenus Johanis Rumondor Universitas Sam Ratulangi, Manado Author

DOI:

https://doi.org/10.62282/juilmu.v3i2.119-136

Keywords:

DNA Barcoding, Gen COI, Kekerabatan, Walang Sangit

Abstract

Walang sangit (Hemiptera:Alydidae) merupakan serangga yang berpotensi sebagai hama tanaman padi (Oryza sativa). Penyebaran metode identifikasi yang lebih baru yaitu melibatkan teknik molekuler, yakni DNA Barcoding. Target standar dari DNA barcoding untuk hewan tingkat tinggi adalah marka gen COI. Untuk itu diperlukan penelitian mengenai penentuan spesies serangga hama tanaman padi menggunakan DNA barcoding untuk keperluan konservasi, serta membandingkan spesies-spesies yang ditemukan pada daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serangga hama tanaman padi di persawahan kabupaten Minahasa menggunakan DNA barcoding. Lokasi pengambilan spesimen serangga bertempat di persawahan tanaman padi Desa Kiniar, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Metode penelitian dimulai dari pengambilan sampel serangga, kemudian dilanjutkan dengan ekstraksi DNA, amplifikasi gen COI (menggunakan metode PCR), elektroforesis gel agarosa, sekuensing, dan analisis data. Hasil data sekuensing yang berupa kromatogram data urutan sekuens DNA disunting dengan menggunkan software Geneious v5.6.4. Hasil penelitian menunjukkan spesies yang teridentifikasi dari sekuens kedua sampel serangga adalah Leptocorisa oratoria dan Leptocorisa chinensis. Analisa kekerabatan menunjukkan L. oratoria dan L. chinensis memiliki tingkat kekerabatan terdekat diantara spesies lainnya.

References

Altschul, S.F., Madden, T.L., Schäffer, A.A., Zhang, J., Zhang, Z., Miller, W. dan Lipman, D.J., 1997. Gapped BLAST and PSI-BLAST: A New Generation of Protein Database Search Programs. Nucleic Acids Research 25(17): 3389-3402.

Bangol, I., Momuat, L. I., & Kumaunang, M. (2014). Barcode DNA Tumbuhan Pangi (Pangium edule R.) Berdasarkan gen matK. Jurnal MIPA, 3(2), 113. doi: 10.35799/jm.3.2.2014.5862.

Casiraghi, M., Galimberti, A., Sandionigi, A., Bruno, A., & Bellati, A. (2015). DNA barcoding in mammals: what's new and where next? Hystrix, the Italian Journal of Mammalogy.

Dharmayanti, N.L.P.I., 2011. Filogenetika Molekuler: Metode Taksonomi Organisme Berdasarkan Sejarah Evolusi. Wartazoa21 (1):1-10

Dong, X, Wang, Y., & Liu, X. (2021). Taxonomic study on the genus Leptocorisa (Hemiptera: Alydidae) from China. Journal of Insect Science, 21(3), 537-553.

Fatchiyah, N. (2011). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Amplifikasi DNA dengan Teknik PCR. Jurnal Bioteknologi dan Biologi Molekuler, 18(3), 123-134.

Galan, G. Mendez, N. dan Cruz R.Y.D. 2018. DNA Barcoding of Three Selected Gastropod Species Using Cytochrome Oxidase (COI) Gene. Annals of West University of Timisoara, Ser. Biology 21(1): 93–102.

Harahap, I.S. dan Tjahyono. 1992. Pengendalian Hama Penyakit Padi. Penebar Swadaya : Jakarta.

Hasegawa, H. (1997). Pest control and insect biodiversity in Southeast Asia. Tokyo: Japan Agricultural Research Quarterly.

Ivanova, N. V., Zemlak, T. S., Hanner, R. H., & Hebert, P. D. N. (2007). Universal primer cocktails for fish DNA barcoding. Molecular Ecology Notes, 7(4), 544–548. https://doi.org/10.1111/j.1471-8286.2007.01748.

Kolondam, B. J. 2015.Applying matK Gene for Identification of Liliopsida Plant Species From North Sulawesi Through Bold Systems. International Journal Of Applied Biology and Pharmaceutical Technology, 6(2): 242-245.

Kuotsu, K., Yang, C. M., & Chen, X. P. (2016). Revision of the genus Leptocorisa (Hemiptera: Alydidae) from China. Zootaxa, 4083(3), 301-324.

Kusnaedi. 1997. Pengendalian Hama Tanpa Pestisida. Penebar Swadaya :Jakarta.

Kumar, S., Stecher, G., Li, M., Knyaz, C., & Tamura, K. (2018). MEGA X: Molecular Evolutionary Genetics Analysis across computing platforms. Molecular Biology and Evolution, 35(6), 1547–1549.

Litsinger, J. A., Bandong, J. P., Canapi, B. L., & Lumaban, M. D. (2015). Response of Leptocorisa oratoria (Hemiptera: Alydidae) to rice varieties and insecticides. Journal of Economic Entomology, 108(4), 1751-1761.

Mandanayake, T. A., Schaefer, C. W., & Ahmad, I. (2014). Taxonomic review and identification key to the rice bug (Hemiptera: Alydidae) species of South and Southeast Asia. Journal of Entomology and Nematology, 6(4), 56–65.

Monalisa, S., Setyawan, A. D., & Suryanto, A. (2019). Analisis filogenetik ikan tuna (Thunnus spp) di perairan Maluku Utara menggunakan COI. BIOMA: Jurnal Biologi Makassar, 4(2), 114-122.

Pandi, F., Zhang, Y., & Chen, X. (2022). Taxonomic study on the genus Leptocorisa (Hemiptera: Alydidae) from China. Journal of Insect Science, 22(2), 257-274.

Rahayu DA, dan Jannah M. 2019. Dna Barcode Hewan dan Tumbuhan Indonesia. Jakarta Selatan: Yayasan Inspirasi Ide Berdaya.

Ramadhan, A., Suwignyo, A., & Wibowo, A. (2022). Identifikasi perilaku walang sangit (Leptocorisa oratorius) di Kebun Biologi FMIPA UNY. Jurnal Edukasi Biologi, 8(1), 85–93.

Raupach, M. J., et al. (2014). Molecular phylogeny and systematics of the genus Liorhyssus (Hemiptera: Rhopalidae). Systematic Entomology, 39(2), 261-274.

Tallei, T.E. dan B.J. Kolondam. 2015. DNA barcoding of Sangihe Nutmeg (Myristica fragrans) using matK gene. HAYATI Journal of Biosciences 22(1): (41-47. DOI: 10.4308/hjb.22.1.41)

Untung, K. 2010. Diktat dasar-dasar ilmu hama tanaman. Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan UGM.

Wehantouw, F. (2017). Identifikasi sirip ikan hiu yang didapat dari pengumpul di Minahasa Utara menggunakan metode DNA barcoding. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis, 5(1), 1–8.

Yakoop, M. (2021). Identification and characterization of Leptocorisa oratoria (Hemiptera: Alydidae) in Malaysia. Journal of Entomology and Zoology Studies, 9(3), 123-128.

Published

2026-07-01

How to Cite

Keragaman Walang Sangit (Hemiptera: Alydidae) di Desa Kiniar, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa Berdasarkan DNA Barcoding. (2026). Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(2), 119-136. https://doi.org/10.62282/juilmu.v3i2.119-136