Peran Penalaran Analitis Sebagai Mediator antara Literasi Digital dan Resistensi Hoaks pada Mahasiswa
DOI:
https://doi.org/10.62282/juilmu.v3i2.151-166Keywords:
hoaks, literasi digital , mahasiswa, penalaran analitis, resistensi hoaksAbstract
Penyebaran hoaks di era digital menjadi tantangan yang semakin kompleks, terutama bagi mahasiswa sebagai kelompok yang aktif mengakses dan menyebarkan informasi melalui media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penalaran analitis sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara literasi digital dan resistensi hoaks pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 60 mahasiswa aktif dari perguruan tinggi di Indonesia berusia 18–25 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan skala Likert empat poin, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan prosedur mediasi Baron dan Kenny (1986). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hubungan antar variabel bersifat positif dan signifikan pada taraf p kurang dari 0,01, yaitu antara literasi digital dan penalaran analitis (r sama dengan 0,52), literasi digital dan resistensi hoaks (r sama dengan 0,45), serta penalaran analitis dan resistensi hoaks (r sama dengan 0,48). Setelah penalaran analitis dimasukkan sebagai variabel mediator, koefisien hubungan antara literasi digital dan resistensi hoaks menurun dari r sama dengan 0,45 menjadi r sama dengan 0,28, yang mengindikasikan adanya mediasi parsial berdasarkan prosedur Baron dan Kenny. Temuan ini menunjukkan bahwa penalaran analitis berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara literasi digital dan resistensi hoaks pada mahasiswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kemampuan penalaran analitis sebagai bagian dari pengembangan program literasi digital di lingkungan pendidikan tinggi.
References
Aziz, Z. A. (2025). Peran Literasi Media dalam Menangkal Penyebaran Hoaks di Era Digital. Iqtida: Journal of Da’wah and Communication, 5(02), 248–264. https://doi.org/10.28918/iqtida.v5i02.11593
Aisyah, N. H., & Pekalongan, I. (2021). Mahasiswa Cerdas Tangkal Berita Hoaks di Era Disruptif Melalui Literasi Digital. ALSYS: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan (Vol. 1, Issue 1). https://ejournal.yasin-alsys.org/index.php/alsys
Dianah, L., & Tetep, T. (2024). Media Literacy and The Prevention of Fake News among Students. Jurnal Pendidikan Progresif, 14 (1), 595–606. https://doi.org/10.23960/jpp.v14.i1.202443
Haliq, A., & Hafid, A. (2025). Tingkat Literasi Digital: Kemampuan Mahasiswa dalam Menganalisis Berita Hoaks. In Bahasa dan Sastra (Vol. 11, Issue 2). Pendidikan. Retrieved https://e-journal.my.id/onoma
Kurniadi, F. (2022). Analisis Penyebaran Hoaks di Kalangan Remaja. Research and Development Journal of Education, 8(2), 718. https://doi.org/10.30998/rdje.v8i2.12742 Lestari, A. C., Mahira, A., Khurrotul, A., Aini, L., Martini, C., Karin, N., & Abdillah, R. (2025). Literasi Digital Sebagai Upaya Mencegah Penyebaran Hoax. Sosial Dan Bisnis, 3(1), 182–193.
Lisnawita, L., Guntoro, G., Anggie Johar, O., & Costaner, L. (2024). Improving Digital Literacy to Prevent the Spread of Hoax News. Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 298–303. https://doi.org/10.31849/dinamisia.v8i1.17275
López-González, H., Sosa, L., Sánchez, L., & Faure-Carvallo, A. (2023). Media and Information Literacy and Critical Thinking: A Systematic Review. In Revista Latina de Comunicacion Social (Vol. 2023, Issue 81, pp. 399–422). University of La Laguna. https://doi.org/10.4185/RLCS-2023-1939
Natalia, E., & Harefa, O. O. (2025). Transformasi digital dan komunitas iman: Peluang dan tantangan bagi gereja dalam era globalisasi informasi. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(2), 153–164. https://doi.org/10.62282/juilmu.v2i2.153-164
Nur Halimah, P. (2025). Menerapkan_Berpikir_Kritis_Dalam_Kehidupan_Sehari-. Journal of Mediaand Communication, 01.
Orhan, A. (2023). Fake news detection on social media: the predictive role of university students’ critical thinking dispositions and new media literacy. Smart Learning Environments, 10(1). https://doi.org/10.1186/s40561-023-00248-8
Pehlivanoglu, D., Lin, T., Deceus, F., Heemskerk, A., Ebner, N. C., & Cahill, B. S. (2021). The role of analytical reasoning and source credibility on the evaluation of real and fake full-length news articles. Cognitive Research: Principles and Implications, 6(1). https://doi.org/10.1186/s41235-021-00292-3
Pérez, M. E. D. M., López-Bouzas, N., Fernández, J. C., & Moreno, M. D. C. B. (2025). The critical thinking strategies university students use when dealing with Fake News produced by Artificial Intelligence. Educacion XX1, 28(2), 69–121. https://doi.org/10.5944/educxx1.39811
Pratama, F. R., Komariah, N., & Rodiah, S. (2023). Hubungan antara kemampuan literasi digital dengan pencegahan berita hoaks di kalangan mahasiswa. Informatio: Journal of Library and Information Science, 2(3), 165. https://doi.org/10.24198/inf.v2i3.43792
Rahmawati, R. (2021). Literasi Digital dalam Menghadapi Hoaks Menjelang Pemilu kepada Generasi Millenial. In Periode Januari-Juni (Vol. 04, Issue 01). Retrieved http://journal.uta45jakarta.ac.id/index.php/berdikari/index
Ramayanti, R., Perpustakaan, I., Informasi, D., Uin, F., Thaha, S., & Jambi, S. (2016). Baitul al ’Ulum : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Retrieved http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-37843842
Rizki Sabrina, A. (2019). Literasi Digital Sebagai Upaya Preventif Menanggulangi Hoax. Jurnal Komunikasi Digital.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Yuliani, H. (2021). Literasi Digital dalam Menangkal Berita Hoax di Media Sosial. Jurnal Ilmu Komunikasi.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



