Penyuluhan Pengembangan Mutu Pendidikan Agama Kristen di Era Smart City, Humanis dan Multikultural kepada Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti (MGMP) Se-Kota Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.62282/devotion.v3i2.188-199Keywords:
Pendidikan Agama Kristen, Smart City, Pendidikan Humanis, Multikultural, MGMPAbstract
Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Indonesia menghadapi tantangan kompleks seiring transformasi kota-kota besar menuju konsep smart city yang berbasis teknologi digital, di tengah tuntutan untuk tetap menghadirkan pembelajaran yang humanis dan sensitif terhadap keragaman budaya (multikultural). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan teologis guru PAK dan Budi Pekerti dalam merancang serta mengembangkan pembelajaran yang relevan dengan era smart city tanpa kehilangan dimensi humanis dan kepekaan multikultural. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2026 bertempat di Gedung Sekretariat Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti se-Kota Surabaya, diikuti oleh guru-guru PAK dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif, yang memadukan ceramah interaktif, diskusi kelompok, curah pendapat (brainstorming), studi kasus, dan simulasi perancangan pembelajaran berbasis teknologi digital. Hasil kegiatan menunjukkan empat capaian utama, yaitu: (1) peningkatan pemahaman guru mengenai konsep dan implikasi smart city terhadap pembelajaran PAK; (2) penguatan kesadaran dan keterampilan guru dalam menghadirkan pendekatan humanis di tengah pembelajaran berbasis teknologi; (3) tumbuhnya kompetensi guru dalam merancang pembelajaran PAK yang responsif terhadap keragaman budaya, suku, dan latar belakang peserta didik; serta (4) terbentuknya komitmen kolektif MGMP untuk mengembangkan model pembelajaran PAK yang inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan agama Kristen di Kota Surabaya serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas guru dalam merespons tantangan pendidikan abad ke-21.
References
Agustina, L. D., Melati, N. F. A., Prawesti, F. R., & Nurany, F. (2023). Smart City: Upaya Pembangunan Kota Surabaya. Aplikasi Administrasi: Media Analisa Masalah Administrasi, 98–112.
Ardhana, A., Talitha, L. Y. T., Maimunah, S., Nuralpisah, N., & Pujianti, N. (2025). Pendekatan Edukatif-Partisipatif untuk Perbaikan Gizi Balita di Desa Gudang Tengah, Kalimantan Selatan. Jurnal Inovasi Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(2), 455–466.
Banks, J. A. (2006). Race, culture, and education: The selected works of James A. Banks. Routledge.
Banks, J. A., & Banks, C. A. (1993). Multicultural education. Phi Delta Kappan, 75(1), 22–28.
Caragliu, A., Del Bo, C., & Nijkamp, P. (2011). Smart cities in Europe. Journal of Urban Technology, 18(2), 65–82.
Freire, P. (2021). Education for critical consciousness.
Hargreaves, A., & Fullan, M. (2010). Professional capital: Transformng teaching in every school. Teachers college press.
Herring, M. C., Koehler, M. J., & Mishra, P. (2016). Handbook of technological pedagogical content knowledge (TPACK) for educators. Routledge.
Kirkpatrick, J. D., & Kirkpatrick, W. K. (2016). Kirkpatrick’s four levels of training evaluation. Association for Talent Development.
Maritain, J. (1948). A New Approach to God. Blackfriars, 29(338), 216–230.
Meijer, A. J., Gil-Garcia, J. R., & Bolívar, M. P. R. (2016). Smart city research: Contextual conditions, governance models, and public value assessment. Social Science Computer Review, 34(6), 647–656.
Nam, T., & Pardo, T. A. (2011). Conceptualizing smart city with dimensions of technology, people, and institutions. Proceedings of the 12th Annual International Digital Government Research Conference: Digital Government Innovation in Challenging Times, 282–291.
Noddings, N. (2005). Caring in education.
Pelikan, J. (2011). Imago Dei: the Byzantine apologia for icons (Vol. 36). Princeton University Press.
Prensky, M. (2010). Teaching digital natives: Partnering for real learning.
Robinson, P. A., Swanson, R. A., Knowles, M. S., & Holton, E. F. (2020). The Adult Learner. The Adult Learner, 148–164.
Rofik, M. N. (2021). Implementasi Program Moderasi Beragama Di Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Pada Lingkungan Sekolah. Institut Agama Islam Negeri Purwokerto (Indonesia).
Steier, F., Brown, J., & Mesquita da Silva, F. (2015). The World Café in action research settings. The SAGE Handbook of Action Research, 3, 211–219.
Volf, M. (2019). Exclusion and embrace, revised and updated: A theological exploration of identity, otherness, and reconciliation. Abingdon Press.
Wenger, E. (1999). Communities of practice (Vol. 92). Cambridge university press Cambridge.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Devotion: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




